Pages

Rabu, 23 November 2011

Look, my dreams come true !

Mimpi. Gak ada yang salah ya sama orang yang punya mimpi entah itu mimpi memeluk bulan, memetik bintang, menjamah langit ketujuh atau bahkan menyentuh kulit matahari. Bahkan ada orang yang bilang mimpi itu ibarat akar dari pohon. Kenapa? Karena akar menopang tumbuh tegaknya pohon itu nah sama halnya dengan mimpi yang akan menopang jalan hidup kita.  Misalnya gini nih kamu punya mimpi, pastilah kalau kamu orang yang benar-benar memikirkan masa depanmu, kamu akan memusatkan seluruh kerja kerasmu hanya untuk mencapai mimpi itu. Coba aja kalau kamu punya mimpi tapi kamu gak fokus tentu mimpi itu sangat susah buat dicapai. Hm ya fokus. Waktu baca kata ‘fokus’ apa yang kamu pikirkan? Memusatkan pikiranmu pada satu titik, pada satu hal, pada satu tujuan? Fokus dalam arti seperti itu gak berlaku  ketika kamu mengejar mimpi. Dulu aku juga berpikiran seperti itu. Aku ingin mimpiku tercapai sempurna dan akhirnya memfokuskan segala ikhtiarku hanya pada satu mimpi. Tapi ternyata aku malah frustasi karena semakin lama s semakin jelas mimpi itu pudar. Bisa kalian bayangin kan ketika benar-benar berharap pada satu hal, berusaha sekuat tenaga, ternyata harus kandas tanpa hasil? Sakit, banget. Fokus itu baik loh, beneran baik ketika hal yang kamu inginkan tercapai. Tapi kalau enggak? Fokus itu membunuh, menyakitkan. Sampai ketika aku sudah belajar lebih banyak lagi tentang mimpi dan kerja keras. Ternyata kita emang dianjurkan untuk fokus, tapi kita juga diwajibkan untuk membangun mimpi-mimpi lain di balik layar pencapaian mimpi utama kita. For what? Jelas untuk antisipasi kalau-kalau mimpi utama kita gagal dicapai. Siapa sih yang tau apa yang bakal terjadi sedetik kemudian? Gak ada kan? Everything can change everytime, and we never know about that. Yang bisa kita lakuin cuma antisipasi, prevent, waspada sama apa aja yang bisa terjadi. Ini gunanya kan kita belejar matematika tentang peluang, aku juga gaktau kenapa tiba-tiba sanpe ke matematika padahal aku benci banget sama matematika. Jika ada 100 percobaan atau usaha pencapaian tentu kemungkinannya ada dua yakni berhasil atau gagal. Dari situlah bisa diambil makna kalau hidup itu gak melulu tentang keberhasilan dan kesuksesan, adakalanya juga tentang kegagalan dan pesakitan.
Udah jelas sekarang kalau mimpi itu gak harus cuma satu, bisa dua, tiga, sepuluh, seratus, atau berapapun sebanyak yang kita bisa. Lalu urutkan berdasarkan prioritasnya. Udah belajar di ekonomi kan kalau mau hasil yang maksimal dari beberapa hal haruslah dibuat skala prioritasnya, setelah itu coba penuhi dari yang nilai prioritasnya paling tinggi sampai ke yang terendah. Dengan begitu apa yang benar-benar kita inginkan dan yang paling menjanjikan kesuksesan akan lebih mudah dicapai. Kalau ternyata urutan pertama gagal, coba ke urutan kedua, ketiga, dan seterusnya. Sama kayak mimpi. Kerjarlah mimpi pertama sekuat tenaga, kalau gagal lanjutkan ke mimpi kedua, lalu kejar lagi, kalu masih gagal lanjutkan ke mimpi ketiga, begitu seterusnya sampai kamu merasa lelah, sampai kamu benar-benar mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan. Setelah itu yang kamu rasakan hanya dua hal : lelah dan manisnya hidup, karena manisnya hidup akan terasa setelah lelah berjuang

Make your dreams come true, deviananuraini :)

0 komentar:

Posting Komentar